Dipublikasikan pada

Bayi dan anak merupakan kelompok usia yang memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan orang dewasa. Hal ini dikarenakan tubuh, kemampuan berkomunikasi, perkembangan kognitif, serta respons mereka terhadap penyakit dan pengobatan masih dalam tahap perkembangan. Kondisi tersebut membuat bayi dan anak membutuhkan perhatian, pemantauan, serta sistem pelayanan yang benar-benar disesuaikan dengan karakteristik mereka.

Dalam pelayanan kesehatan, keselamatan pasien bukan hanya tentang mencegah kesalahan medis, tetapi juga memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang tepat, aman, efektif, dan sesuai kebutuhannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan keselamatan pasien sebagai bagian mendasar dari pelayanan kesehatan berkualitas dan menekankan pentingnya mengurangi risiko bahaya yang sebenarnya dapat dicegah selama proses perawatan.

Mengapa bayi dan anak lebih membutuhkan perlindungan?

Salah satu alasannya adalah kemampuan komunikasi yang belum berkembang sempurna. Bayi belum dapat mengungkapkan rasa sakit atau ketidaknyamanannya secara verbal, sementara anak yang lebih besar mungkin belum mampu menjelaskan keluhan secara lengkap. Tenaga kesehatan perlu menggunakan pendekatan khusus untuk menilai kondisi mereka, termasuk melalui observasi perilaku, ekspresi wajah, pola menangis, perubahan aktivitas, tanda vital, serta informasi dari orang tua atau pengasuh.

Selain itu, ukuran tubuh dan karakteristik fisiologis anak berbeda dengan orang dewasa. Perhitungan dosis obat pada anak, misalnya, dapat bergantung pada berat badan, usia, kondisi klinis, hingga fungsi organ tertentu. Kesalahan kecil dalam penentuan dosis atau pemberian obat dapat berdampak serius. Karena itu, proses identifikasi pasien, verifikasi obat, dosis, rute pemberian, dan pemantauan setelah terapi menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien pediatrik.

Bayi, khususnya bayi baru lahir dan bayi dengan kondisi tertentu, juga memiliki kemampuan tubuh yang masih berkembang sehingga dapat lebih rentan terhadap perubahan kondisi. Pemantauan yang cermat diperlukan untuk mengenali tanda-tanda perburukan sedini mungkin.

Keselamatan pasien dimulai dari identifikasi yang tepat

Salah satu langkah mendasar dalam keselamatan pasien adalah memastikan bahwa pasien yang menerima pelayanan benar-benar merupakan pasien yang dimaksud. Pada bayi dan anak, identifikasi memerlukan perhatian ekstra, terutama karena mereka mungkin belum mampu menyebutkan nama atau memberikan informasi pribadi secara mandiri.

Penggunaan setidaknya dua identitas pasien dalam proses pelayanan membantu mengurangi risiko kesalahan, misalnya kesalahan pemberian obat, pemeriksaan, tindakan, maupun prosedur. Informasi dari orang tua atau pengasuh dapat membantu proses verifikasi, tetapi tetap perlu dikombinasikan dengan sistem identifikasi pasien yang diterapkan oleh fasilitas kesehatan.

Peran orang tua dan keluarga sangat penting

Keselamatan pasien anak bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Orang tua dan keluarga juga merupakan bagian penting dari sistem keselamatan pasien.

Orang tua dapat membantu tenaga kesehatan dengan memberikan informasi yang lengkap mengenai riwayat penyakit anak, alergi, obat yang sedang dikonsumsi, imunisasi, kebiasaan, maupun perubahan kondisi yang terjadi. Mereka juga dapat berperan aktif dengan memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan telah dipahami dengan baik.

Komunikasi dua arah sangat penting. Orang tua tidak perlu ragu untuk bertanya, termasuk ketika terdapat sesuatu yang tampak berbeda dari kondisi biasanya. Dalam konsep pelayanan yang berpusat pada pasien dan keluarga, keterlibatan keluarga dapat membantu meningkatkan kualitas komunikasi, pengambilan keputusan, serta kesinambungan perawatan.

Pemberian obat pada anak membutuhkan ketelitian ekstra

Obat merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam keselamatan pasien. Pada anak, pemberian obat dapat memerlukan perhitungan berdasarkan berat badan atau parameter klinis lainnya. Oleh sebab itu, verifikasi berulang menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahan.

Tenaga kesehatan perlu memastikan identitas pasien, nama obat, dosis, waktu pemberian, rute pemberian, serta indikasi terapi telah sesuai. Orang tua juga sebaiknya mengetahui nama dan tujuan obat yang diberikan kepada anak, termasuk cara penggunaan serta hal-hal yang perlu diperhatikan setelah obat diberikan.

Pemberian obat kepada anak tanpa petunjuk tenaga kesehatan, termasuk menggunakan obat milik anggota keluarga lain, sebaiknya dihindari karena dosis dan kebutuhan terapi setiap anak dapat berbeda.

Mencegah infeksi juga bagian dari keselamatan pasien

Anak yang sedang menjalani perawatan dapat memiliki kerentanan yang berbeda terhadap infeksi, terlebih pada bayi baru lahir atau pasien dengan kondisi tertentu. Karena itu, penerapan kebersihan tangan, penggunaan alat yang sesuai, pengelolaan lingkungan perawatan, serta praktik pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan komponen penting dalam keselamatan pasien.

WHO menempatkan infection prevention and control sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan yang aman. Upaya sederhana seperti kebersihan tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dapat menjadi langkah penting dalam memutus rantai penularan infeksi.

Lingkungan rumah sakit harus aman bagi anak

Keselamatan pasien pediatrik juga mencakup keselamatan fisik dan lingkungan. Bayi dan anak memerlukan lingkungan yang dirancang sesuai usia dan kemampuan perkembangan mereka.

Risiko seperti jatuh, tersedak, akses terhadap obat atau bahan berbahaya, kesalahan penggunaan alat, maupun cedera selama mobilisasi perlu dicegah melalui pengawasan dan lingkungan pelayanan yang aman.

Pada bayi, perhatian khusus juga diperlukan terhadap posisi tidur, keamanan tempat tidur, pemantauan kondisi, serta praktik perawatan yang sesuai. Pada anak yang lebih besar, pendekatan dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan mereka untuk memahami instruksi keselamatan.

Ketika komunikasi menjadi bagian dari perlindungan

Anak mungkin merasa takut, cemas, atau sulit bekerja sama ketika berada di lingkungan rumah sakit. Kondisi emosional tersebut dapat memengaruhi pengalaman mereka selama menerima pelayanan.

Karena itu, komunikasi yang sesuai usia sangat penting. Penjelasan sederhana mengenai prosedur, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta keterlibatan orang tua dapat membantu anak merasa lebih aman dan membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi yang lebih baik mengenai kondisi pasien.

Membangun rasa aman bukan hanya membuat anak lebih nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan yang berpusat pada pasien dan keluarga.

Keselamatan pasien dimulai sejak awal kehidupan

Setiap bayi dan anak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Perlindungan tersebut membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan, orang tua, keluarga, serta sistem pelayanan kesehatan yang memiliki prosedur keselamatan yang kuat.

Perhatian terhadap detail menjadi sangat penting karena bagi pasien kecil, risiko yang tampak sederhana dapat memiliki dampak yang besar. Mulai dari memastikan identitas pasien, memeriksa obat, menjaga kebersihan tangan, melakukan pemantauan, hingga mendengarkan kekhawatiran orang tua, semuanya merupakan bagian dari upaya melindungi pasien.

Pada akhirnya, little patients memang memiliki kebutuhan yang besar akan perlindungan. Keselamatan mereka tidak hanya ditentukan oleh satu tindakan, tetapi oleh setiap proses pelayanan yang dilakukan dengan teliti, berkomunikasi dengan baik, dan berorientasi pada kebutuhan anak.

Himbauan Dokter Spesialis Anak RSUD BDH

“Sebagai dokter spesialis anak, saya mengingatkan bahwa keselamatan bayi dan anak membutuhkan perhatian khusus pada setiap tahap pelayanan. Bayi dan anak belum selalu mampu menyampaikan keluhan maupun melindungi dirinya sendiri, sehingga kita perlu bersama-sama memastikan identitas pasien, obat, tindakan, serta seluruh proses perawatan dilakukan dengan tepat dan teliti. Orang tua atau pendamping juga memiliki peran penting dengan memberikan informasi kesehatan yang lengkap, mengawasi anak selama perawatan, menjaga kebersihan tangan, serta segera menyampaikan apabila terdapat perubahan kondisi atau hal yang dirasa tidak sesuai. Mari kita jadikan keselamatan anak sebagai tanggung jawab bersama, karena setiap perhatian, kewaspadaan, dan tindakan pencegahan yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari perlindungan untuk tumbuh kembang dan masa depan mereka.”

– dr. Mariana Priastina SP.A.M.BIOMED (Dokter Spesialis Anak RSUD BDH)

Karena setiap anak berhak mendapatkan pelayanan yang aman, setiap tindakan harus dimulai dengan perhatian.

 

Editor : Dwi Kurnia Puspitasari, S.KM & Fakhri As-shiddiqy, S. KM.  (Tim PKRS RSUD BDH)

 

 

 

Referensi

World Health Organization. (2021). Global patient safety action plan 2021–2030: Towards eliminating avoidable harm in health care. World Health Organization.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240032705

World Health Organization. (2022). Global report on infection prevention and control. World Health Organization.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240051164

World Health Organization. (2023). Patient safety. World Health Organization.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/patient-safety

World Health Organization. (2025). World Patient Safety Day 2025. World Health Organization.
https://www.who.int/campaigns/world-patient-safety-day/2025

© 2025 - RSUD Bhakti Dharma Husada
Crafted with ♥️ by IT & PKRS RSUD BDH

Untuk Kegawatdaruratan       031-7404444