Hari Demam Berdarah Nasional menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Penyakit ini bersifat endemik dan terus terjadi setiap tahun, terutama saat musim hujan ketika populasi nyamuk meningkat.

DBD merupakan penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Dengan tingginya kasus dan risiko yang ditimbulkan, peringatan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan dan pengendalian DBD membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

 

Tanggapan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bhakti Dharma Husada

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bhakti Dharma Husada menegaskan bahwa peningkatan kasus DBD masih menjadi tantangan besar, terutama saat musim hujan.

Salah satu Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bhakti Dharma Husada, dr.Hari Setyo Wahyu C,Sp.PD, menyampaikan:

“DBD sering kali diawali dengan gejala yang tampak seperti flu biasa, sehingga banyak pasien datang terlambat. Padahal, fase kritis biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-5 demam, yang dapat menyebabkan penurunan trombosit dan kebocoran plasma.”

Beliau juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pemantauan:

“Jika demam tinggi tidak turun dalam 2–3 hari, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk memantau kondisi pasien dan mencegah perburukan.”

Selain itu, beliau mengingatkan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama:

“Tidak ada pengobatan spesifik untuk virus dengue, sehingga pengendalian lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk adalah kunci utama untuk menekan kasus DBD.”

 

Pentingnya Kewaspadaan terhadap Demam Berdarah

DBD masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Bahkan, ratusan ribu kasus dilaporkan setiap tahunnya dengan angka kematian yang masih signifikan.

Secara global, dengue juga menjadi ancaman besar dengan ratusan juta infeksi setiap tahun, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Hari Demam Berdarah Nasional bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD
  • Mendorong upaya pencegahan berbasis lingkungan
  • Mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat DBD
  • Mengajak masyarakat aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk

Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit ini.

 

Gejala Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Gejala DBD biasanya muncul secara mendadak dan dapat berkembang dengan cepat. Beberapa tanda yang perlu dikenali antara lain:

  • Demam tinggi mendadak hingga 39°C
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nyeri di belakang mata
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah

Pada kondisi yang lebih berat, dapat terjadi perdarahan serius dan penurunan kesadaran yang membutuhkan penanganan medis segera.

 

Faktor Risiko dan Penyebaran DBD

Penyebaran DBD sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku masyarakat. Beberapa faktor risiko antara lain:

  1. Banyaknya genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk
  2. Lingkungan padat penduduk
  3. Kurangnya kebersihan lingkungan
  4. Perubahan iklim dan curah hujan tinggi

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air bersih yang tergenang, seperti bak mandi, wadah air, hingga barang bekas yang dapat menampung air.

 

Upaya Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan DBD merupakan langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Melakukan 3M Plus:
    • Menguras tempat penampungan air
    • Menutup rapat wadah air
    • Mendaur ulang atau membuang barang bekas
  • Menggunakan obat anti nyamuk atau kelambu
  • Memasang kawat kasa pada ventilasi
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Pengendalian vektor nyamuk menjadi kunci utama karena hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk virus dengue.

 

Peran Fasilitas Kesehatan dalam Penanggulangan DBD

Fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam pengendalian DBD, antara lain:

  • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD
  • Melakukan deteksi dini dan penanganan kasus
  • Melaporkan dan memantau kejadian DBD
  • Mendukung program pemerintah dalam pemberantasan sarang nyamuk

Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat sangat diperlukan untuk memutus rantai penularan.

 

Membangun Kesadaran sebagai Tanggung Jawab Bersama

Peringatan Hari Demam Berdarah Nasional bukan hanya seremonial, tetapi menjadi ajakan untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat.

Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar bebas dari sarang nyamuk. Upaya kecil seperti membersihkan tempat penampungan air secara rutin dapat memberikan dampak besar dalam pencegahan DBD.

 

Himbauan Hari Demam Berdarah Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah Nasional, masyarakat diimbau untuk:

  1. Rutin melakukan 3M Plus di lingkungan rumah
  2. Menghindari gigitan nyamuk dengan perlindungan diri
  3. Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala DBD
  4. Menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama
  5. Berpartisipasi dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk
  6. Meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat sekitar

 

Demam Berdarah Dengue masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Melalui peringatan Hari Demam Berdarah Nasional, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat semakin meningkat.

Pencegahan yang konsisten dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus dan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

 

Sumber : dr.Hari Setyo Wahyu C,Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bhakti Dharma Husada)

Editor : Dwi Kurnia Puspitasari, S.KM (Tim PKRS RSUD BDH)

 

Referensi

  • World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue di Indonesia.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Dengue: Clinical guidance.
  • Bhatt, S., Gething, P. W., Brady, O. J., et al. (2013). The global distribution and burden of dengue. The Lancet Infectious Diseases, 13(6), 504–507.

© 2025 - RSUD Bhakti Dharma Husada
Crafted with ♥️ by IT & PKRS RSUD BDH

Untuk Kegawatdaruratan       031-7404444