Wawancara bersama dr. Diah Masita Cahyani, Sp.JP – Dokter Spesialis Jantung di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya
Di tengah kesibukan pekerjaan, rapat tanpa henti, dan tenggat yang terus mengejar, banyak wanita karier mengabaikan satu hal penting: kesehatan jantungnya sendiri. Padahal, menurut data Kementerian Kesehatan, penyakit jantung kini bukan hanya ancaman bagi pria berusia lanjut. Dalam satu dekade terakhir, jumlah penderita penyakit jantung pada wanita usia produktif meningkat hampir dua kali lipat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa gaya hidup modern, stres kerja, dan kurangnya aktivitas fisik telah menjadi kombinasi berbahaya bagi jantung wanita. Untuk memahami lebih jauh, kami berbincang dengan dr. Diah Masita Cahyani, Sp.JP, yang akrab disapa dr Diah, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Ia menegaskan bahwa wanita karier memiliki risiko tersendiri terhadap penyakit jantung yang kerap kali tidak disadari.
Tekanan dan Pola Hidup: Pemicu yang Tak Terhindarkan
“Banyak wanita karier datang berobat dalam kondisi sudah cukup berat. Mereka sering tidak menyadari bahwa kelelahan, stres, dan pola makan tidak teratur bisa memicu gangguan jantung,” ujar dr. Diah membuka percakapan.
Menurutnya, stres kronis akibat beban kerja dan tanggung jawab ganda antara pekerjaan kantor dan urusan rumah tangga, ini membuat tubuh terus memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah, dua faktor utama pemicu penyakit jantung.
Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim gerak menjadi faktor yang semakin memperburuk kondisi. “Banyak wanita bekerja di depan komputer 8–10 jam sehari, hampir tanpa aktivitas fisik. Ini menyebabkan metabolisme tubuh melambat dan risiko kolesterol tinggi meningkat,” tambahnya.
Gejala yang Sering Diabaikan
Menariknya, gejala penyakit jantung pada wanita sering kali tidak khas seperti pada pria. “Kalau pada pria biasanya nyeri dada terasa jelas seperti tertindih, pada wanita sering hanya muncul keluhan ringan seperti cepat lelah, sesak napas, mual, nyeri punggung, atau rasa tidak nyaman di rahang,” jelas dr. Diah.
Sayangnya, karena gejalanya samar, banyak wanita menunda pemeriksaan. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berat seperti serangan jantung mendadak atau gagal jantung.
“Banyak pasien baru datang ketika jantungnya sudah melemah. Kalau sudah begini, pengobatannya tentu lebih kompleks dan memerlukan waktu pemulihan lebih lama,” katanya.
Pengobatan dan Perawatan
Untuk pasien dengan gangguan jantung, dokter akan menentukan terapi sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. “Penanganan bisa berupa pemberian obat untuk mengontrol tekanan darah dan kolesterol, terapi gaya hidup, hingga tindakan medis seperti pemasangan ring atau kateterisasi jika diperlukan,” jelas dr. Diah.
Namun, ia menekankan bahwa perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan jantung, terutama bagi wanita karier.
“Obat bisa membantu, tapi tidak akan cukup jika pasien jarang berolahraga dan makan makanan yang tidak sehat,” ujarnya tegas.
Langkah Pencegahan: Mulai dari Hal Sederhana
- Diah menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif agar wanita karier bisa menjaga jantungnya tetap sehat di tengah kesibukan:
- Atur waktu istirahat dan tidur cukup. Kurang tidur meningkatkan risiko hipertensi dan stres oksidatif yang merusak pembuluh darah.
- Pilih makanan sehat di sela kesibukan. Kurangi makanan cepat saji, tinggi garam, dan lemak trans. Perbanyak buah, sayur, ikan, dan air putih.
- Sempatkan aktivitas fisik ringan. “Cukup 30 menit jalan cepat, tiga sampai lima kali seminggu sudah memberi manfaat besar untuk jantung,” kata dr. Diah.
- Kelola stres dengan cara positif. Lakukan relaksasi, dzikir, doa, atau aktivitas yang menenangkan. Jangan ragu mencari bantuan profesional bila stres terasa berlebihan.
- Rutin cek kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali, terutama bagi wanita di atas 35 tahun.
Pesan untuk Para Wanita Tangguh
“Wanita karier sering kali kuat untuk semua orang, tapi lupa menjaga dirinya sendiri,” tutur dr. Diah dengan nada lembut. Ia berpesan, “Kesuksesan karier tidak akan berarti jika jantung tidak sehat. Luangkan waktu untuk tubuhmu, karena dari jantung yang kuat, energi dan semangat akan tetap mengalir.”
Jadi, bagi para wanita pekerja, sibuk boleh, tapi jangan lupa berdetak sehat.
Mulailah dari langkah kecil hari ini karena menjaga jantung adalah investasi terbaik untuk masa depanmu.
Sumber : dr. Diah Masita Cahyani, Sp.JP
Penulis : Siti Nur Faridah, S.KM