Setiap tanggal 28 Mei, dunia memperingati Hari Aksi Internasional untuk Kesehatan Perempuan (International Day of Action for Women’s Health). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan perempuan sekaligus memperjuangkan hak setiap perempuan untuk memperoleh layanan kesehatan yang aman, setara, berkualitas, dan mudah diakses.

 

Tahun ini, peringatan Hari Aksi Internasional untuk Kesehatan Perempuan menjadi semakin bermakna melalui berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya memperingati aksi ini dengan mengadakan Seminar Peringatan Hari Kesehatan Perempuan Internasional yang diikuti oleh Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas dan Kader Surabaya Hebat (KSH) di wilayah Surabaya Barat. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi informasi, pengalaman, dan strategi dalam meningkatkan kesehatan perempuan di masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.

 

Kesehatan Perempuan Bukan Sekadar Isu Individu

Kesehatan perempuan bukan hanya tentang kondisi fisik, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup, kesejahteraan keluarga, hingga pembangunan masyarakat secara luas. Namun hingga saat ini, masih banyak perempuan yang menghadapi hambatan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Beberapa tantangan yang masih sering dihadapi perempuan antara lain:

  • Kurangnya akses layanan kesehatan reproduksi
  • Rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan rutin
  • Tingginya angka anemia dan masalah gizi
  • Risiko kanker payudara dan kanker serviks
  • Masalah kesehatan mental
  • Kekerasan berbasis gender yang berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis

Karena itu, Hari Aksi Internasional untuk Kesehatan Perempuan menjadi pengingat bahwa kesehatan perempuan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Perempuan Sejak Dini

Menjaga kesehatan sebaiknya dimulai sejak usia muda melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Tidur cukup
  • Mengelola stres dengan baik
  • Menjaga kesehatan reproduksi
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental perempuan juga perlu diperhatikan. Tekanan pekerjaan, peran sosial, hingga beban emosional dapat memengaruhi kondisi psikologis jika tidak ditangani dengan baik.

 

Waspadai HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Banyak kasus tidak terdeteksi karena penderitanya tidak mengalami gejala pada tahap awal.

Menurut dr. Febrian Renatasari, Sp.DVE, FINSDV, pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menurunkan risiko penularan.

“HIV dan Infeksi Menular Seksual dapat dicegah melalui perilaku seksual yang bertanggung jawab, menghindari berganti-ganti pasangan seksual, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala apabila memiliki faktor risiko. Jangan menunggu muncul gejala untuk memeriksakan diri karena banyak IMS tidak menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal.”

Beliau juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV, karena dukungan sosial dan akses terhadap pengobatan merupakan bagian penting dalam pengendalian penyakit.

 

Deteksi Dini Kanker Payudara Dapat Menyelamatkan Nyawa

Kanker payudara masih menjadi salah satu kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan. Kabar baiknya, peluang kesembuhan dapat meningkat secara signifikan apabila penyakit ditemukan pada stadium awal.

  1. Dewangga Ario, Sp.B. Subsp. Onk(K), mengingatkan pentingnya kesadaran perempuan untuk melakukan deteksi dini.

“Jangan menunggu muncul keluhan berat untuk memeriksakan payudara. Lakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan dan pemeriksaan klinis secara berkala. Semakin dini kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.”

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Benjolan pada payudara atau ketiak
  • Perubahan bentuk atau ukuran payudara
  • Kulit payudara tampak tertarik atau berkerut
  • Puting masuk ke dalam secara tiba-tiba
  • Keluar cairan atau darah dari puting
  • Luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh

 

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting Dilakukan Perempuan

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Pemeriksaan gula darah dan kolesterol
  • Pemeriksaan payudara (SADARI dan SADANIS)
  • Pap smear atau IVA Test untuk deteksi dini kanker serviks
  • Pemeriksaan kesehatan reproduksi
  • Pemeriksaan HIV dan IMS sesuai faktor risiko
  • Skrining kesehatan mental bila diperlukan

 

Bersama Wujudkan Perempuan yang Lebih Sehat

Hari Aksi Internasional untuk Kesehatan Perempuan bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi merupakan ajakan bagi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan perempuan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, deteksi dini penyakit, pencegahan HIV dan IMS, serta peningkatan akses layanan kesehatan yang berkualitas, perempuan dapat menjalani hidup yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. Seminar Peringatan Hari Kesehatan Perempuan Internasional yang melibatkan Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas dan Kader Surabaya Hebat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat peran masyarakat dalam menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar dan mendorong perempuan untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.

 

Sumber :

  • Febrian Renatasari, Sp.DVE, FINSDV (Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi RSUD Bhakti Dharma Husada)
  • Dewangga Ario, Sp.B. Subsp. Onk(K) (Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Onkologi (Konsultan) RSUD Bhakti Dharma Husada)

Editor : Dwi Kurnia Puspitasari, S.KM (Tim PKRS RSUD BDH)

 

REFERENSI

  1. American Cancer Society. (2024). Breast cancer early detection and diagnosis. Atlanta, GA: American Cancer Society.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman nasional pelayanan kedokteran kanker payudara. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan perkembangan HIV, AIDS, dan infeksi menular seksual di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  4. World Health Organization. (2024). Breast cancer: Fact sheet. Geneva: World Health Organization.
  5. World Health Organization. (2025). Sexually transmitted infections (STIs): Key facts. Geneva: World Health Organization.
  6. World Health Organization. (2025). Women’s health and well-being. Geneva: World Health Organization.

© 2025 - RSUD Bhakti Dharma Husada
Crafted with ♥️ by IT & PKRS RSUD BDH

Untuk Kegawatdaruratan       031-7404444