Wawancara bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Banyak wanita datang ke dokter kandungan dengan keluhan haid tidak teratur, jerawat yang tak kunjung hilang, berat badan sulit turun, hingga sulit hamil. Sebagian mungkin mengira ini hanya masalah hormon biasa. Namun, tak jarang setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya menunjukkan Sindrom Ovarium Polikistik atau yang dikenal dengan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
Sebagai pewawancara, saya cukup terkejut saat dr. Dina Fitriana, Sp.OG menyebutkan bahwa 1 dari 10 wanita usia subur mengalami PCOS, dan banyak yang belum menyadarinya. “PCOS bukan hanya soal sulit hamil, tapi juga tentang keseimbangan hormon yang berdampak luas pada kesehatan wanita,” ujarnya membuka perbincangan kami.
Apa Itu PCOS?
Menurut dr. Dina, PCOS adalah gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium (indung telur) memproduksi hormon androgen secara berlebih. Kondisi ini mengganggu proses pelepasan sel telur (ovulasi) setiap bulan. Akibatnya, banyak sel telur yang tidak matang dan justru membentuk kista kecil di ovarium.
“Tapi jangan salah, kista di sini bukan seperti tumor atau benjolan yang berbahaya. Ini lebih ke kumpulan folikel yang tidak berkembang sempurna,” jelasnya.
PCOS biasanya ditandai dengan menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak datang sama sekali, pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, jerawat membandel, dan kesulitan menurunkan berat badan.
Mengapa PCOS Bisa Mempengaruhi Kesuburan?
Proses ovulasi yang terganggu membuat wanita dengan PCOS sulit mengetahui masa subur dan sulit terjadi pembuahan.
“Kalau tidak ada ovulasi, otomatis tidak ada sel telur matang yang bisa dibuahi,” kata dr. Dina.
Selain itu, kadar hormon insulin yang tinggi pada penderita PCOS juga berperan besar. Resistensi insulin membuat tubuh menghasilkan insulin berlebih, yang pada akhirnya memicu peningkatan hormon androgen. Kombinasi ini dapat memperburuk gangguan ovulasi dan menyebabkan siklus haid semakin tidak teratur.
Meski demikian, dr. Dina menekankan bahwa wanita dengan PCOS tetap bisa hamil.
“Banyak pasien saya yang akhirnya berhasil hamil setelah melakukan terapi hormonal, perubahan gaya hidup, atau dengan bantuan program kehamilan. Jadi jangan putus asa,” pesannya.
Dampak Lain PCOS bagi Kesehatan Wanita
PCOS tidak hanya berdampak pada kesuburan. Jika tidak ditangani, dalam jangka panjang kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan jantung.
Selain itu, ketidakseimbangan hormon estrogen yang terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko penebalan dinding rahim (endometrium) yang bila dibiarkan berisiko berkembang menjadi kanker endometrium.
“Jadi penanganan PCOS tidak hanya untuk hamil, tapi juga untuk menjaga kesehatan jangka panjang wanita,” tegas dr. Dina.
Bagaimana Penanganan PCOS?
Penanganan PCOS tergantung pada kondisi dan tujuan pasien.
Jika pasien masih ingin hamil, dokter akan fokus menormalkan ovulasi.
“Terkadang cukup dengan perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan 5–10% saja, siklus haid bisa kembali teratur dan peluang hamil meningkat,” jelas dr. Dina.
Untuk yang belum merencanakan kehamilan, terapi hormon atau pil KB kombinasi sering digunakan untuk menormalkan siklus menstruasi dan mengendalikan kadar hormone androgen.
Selain itu, pola hidup sehat menjadi kunci utama:
- Mengatur pola makan seimbang, rendah gula dan lemak jenuh
- Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari
- Menghindari stres berlebihan
- Tidur cukup dan teratur
“Perubahan kecil tapi konsisten bisa memberi dampak besar. PCOS bukan kutukan, tapi tanda tubuh kita butuh keseimbangan,” ujar dr. Dina.
Bisakah PCOS Dicegah?
Karena penyebab pasti PCOS belum diketahui, pencegahan total memang sulit dilakukan. Namun, menjaga berat badan ideal dan gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risikonya.
Dr. Dina menambahkan, “Yang paling penting adalah mengenali gejala lebih awal. Jika haid tidak teratur selama beberapa bulan, jangan ditunda untuk periksa. Deteksi dini membantu kita mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang kesembuhan.”
Penutup
Percakapan dengan dr. Dina Fitriana, Sp.OG membuka mata kita bahwa PCOS bukan hanya masalah kesuburan, tapi juga tentang gaya hidup modern dan keseimbangan hormon.
Wanita dengan PCOS bukan berarti kehilangan kesempatan menjadi ibu. Dengan pengobatan dan pola hidup sehat, banyak dari mereka yang akhirnya berhasil hamil dan hidup sehat.
Seperti pesan dr. Dina di akhir wawancara,
“Tubuh wanita itu luar biasa. Asal kita mau mendengarkan sinyalnya, maka keseimbangan dan harapan untuk hamil akan selalu ada.”
Sumber : dr. Dina Fitriana, Sp.OG
Penulis : Siti Nur Faridah, S.KM