Setiap tanggal 10 September, dunia memperingati World Suicide Prevention Day (WSPD) atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Peringatan ini mengajak kita semua untuk berhenti sejenak, membuka hati, dan melihat bahwa di sekitar kita ada banyak orang yang sedang berjuang melawan rasa sakit yang tak terlihat.
Di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya, kami percaya bahwa kesehatan bukan hanya soal tubuh yang sehat, tetapi juga jiwa yang tenang. Bunuh diri adalah isu kesehatan mental yang nyata, dan dengan empati serta dukungan, kita bisa mencegahnya.
Penyebab Bunuh Diri
Bunuh diri bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk jeritan hati dari seseorang yang merasa terbebani oleh masalah mental, emosional, maupun sosial yang sangat berat. Banyak faktor yang dapat memicu kondisi ini, antara lain:
- Depresi, kecemasan, atau gangguan jiwa lainnya.
- Rasa kesepian yang mendalam, baik pada remaja maupun lansia.
- Kehilangan sesuatu yang berharga, seperti pekerjaan, orang tercinta, atau harga diri.
- Riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya.
- Penyalahgunaan alkohol atau narkoba
Memahami penyebab ini membantu kita untuk lebih peka, sehingga bisa hadir lebih cepat memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan.
Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan
Bunuh diri sering kali didahului oleh tanda-tanda yang bisa dikenali, meskipun kadang tampak samar. Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:
- Ucapan: “Aku capek hidup” atau “Lebih baik aku pergi selamanya.”
- Perilaku: menjauh dari pergaulan, memberikan barang-barang berharga, atau menulis pesan perpisahan.
- Emosi: rasa putus asa, mudah marah, tiba-tiba sangat sedih.
- Fisik: pola tidur berantakan, tampak lesu, atau tidak merawat diri
- Riko Lazuardi, Sp.KJ, Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Bhakti Dharma Husada, menyampaikan:
“Bunuh diri sering kali terjadi ketika seseorang merasa tidak ada lagi jalan keluar dari penderitaan batinnya. Padahal, perasaan ingin mati biasanya bersifat sementara dan dapat ditolong bila ada dukungan yang tepat. Membicarakan pikiran bunuh diri dengan cara yang aman justru menjadi pintu masuk menuju pemulihan.”
Beliau menambahkan bahwa terapi kesehatan jiwa mencakup banyak hal, mulai dari konseling, psikoterapi, pemberian obat bila diperlukan, hingga terapi keluarga. Selain itu, penyusunan safety plan bersama tenaga profesional juga membantu pasien menemukan kembali kendali atas kehidupannya
Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan
Setiap orang memiliki peran dalam pencegahan bunuh diri. Dengan mengenali prinsip 5D, kita bisa menjadi bagian dari solusi:
- Dengarkan dengan sabar tanpa menghakimi.
- Dekati agar mereka merasa tidak sendirian.
- Dorong ke profesional seperti psikiater, psikolog.
- Dorong untuk beraktivitas positif supaya pikiran lebih teralihkan.
- Dukung dengan meyakinkan bahwa mereka berharga dan layak untuk hidup
Mengubah Narasi Bunuh Diri
Sudah saatnya kita mengubah cara pandang tentang bunuh diri.
- Bukan lagi dianggap aib, melainkan isu kesehatan mental yang perlu dibicarakan.
- Bukan dianggap tanda kelemahan, melainkan kondisi yang dipengaruhi faktor mental, sosial, dan emosional.
- Bukan sesuatu yang tidak boleh dibicarakan, melainkan hal yang justru perlu dibicarakan dengan aman agar orang berani mencari pertolongan.
Dengan narasi yang penuh empati, kita membuka ruang bagi harapan.
Komitmen RSUD Bhakti Dharma Husada untuk Kesehatan Jiwa
RSUD Bhakti Dharma Husada berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang ramah, profesional, dan penuh kepedulian. Jika Anda atau orang terdekat merasa ingin mengakhiri hidup, jangan hadapi sendiri.
- Datanglah ke layanan kesehatan jiwa RSUD Bhakti Dharma Husada.
- Hubungi tenaga profesional (psikiater, psikolog)
- Carilah dukungan dari keluarga, sahabat, atau komunitas yang peduli.
Ingat Anda tidak sendirian, dan hidup selalu punya harapan.
Sumber : dr. Riko Lazuardi, Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD BDH)
Editor : Dwi Kurnia Puspitasari, S.KM (Tim PKRS RSUD BDH)
Referensi
- Mental Health First Aid Australia. 2014. Suicidal thoughts and behaviours: First aid guidelines (Revised 2014). Melbourne: Mental Health First Aid Australia
- World Health Organization. 2025. Suicide. WHO
- Surabaya Suicide Update. 2025. Ubah Narasi Tentang Bunuh Diri : Saatnya Bicara dengan Empati dan Harapan.