Bagaimana membedakan tanda kecil di kulit yang aman dari yang memerlukan kewaspadaan serius.

 

Apa itu Nevus Pigmentosa?

Nevus pigmentosa, yang umumnya disebut tahi lalat, adalah kumpulan sel pigmen di kulit yang biasanya muncul sejak masa kanak-kanak atau dewasa muda. Kebanyakan tahi lalat tidak berbahaya. Bentuknya simetris, warna seragam, dan tidak berubah signifikan seiring waktu. Tahi lalat seperti tersebut, sangat umum dan ditemukan di banyak orang di seluruh dunia.

 

Melanoma Maligna: Kanker Kulit yang Mematikan

Tidak seperti tahi lalat biasa, Melanoma adalah kanker kulit yang agresif. Ia berasal dari sel penghasil pigmen (melanosit) dan bisa menyerang cepat serta menyebar ke organ lain di dalam tubuh bila tidak ditangani sedini mungkin.

Melanoma dapat muncul sebagai tahi lalat baru atau dari tahi lalat yang sudah ada sebelumnya, terutama bila mole itu menunjukkan perubahan bentuk, warna, atau ukuran. Sekitar 29% melanoma diperkirakan berkembang dari nevus yang sudah ada, sementara sisanya muncul pada kulit yang tampak normal.

 

Perbedaan Tahi Lalat vs Melanoma

Berikut beberapa cara mudah membedakan :

 

Ciri Nevus Pigmentosa (Tahi Lalat Biasa) Melanoma Maligna
Bentuk Simetris Asimetris
Warna Seragam Banyak warna, kontras tajam
Batas Rapi, jelas Tidak rata atau kabur
Ukuran Biasanya kecil (<6 mm) >6 mm sering dicurigai
Perubahan Stabil / tidak banyak berubah Cepat berubah bentuk & warna
Tekstur Halus Kasar, berdarah, atau mengeras

 

Panduan ini mirip metode ABCDE yang digunakan dermatolog:

A: Asimetri

B: Border tidak teratur

C: Color bervariasi

D: Diameter besar

E: Evolving/perubahan cepat
(Asesmen ini membantu melihat kemungkinan melanoma.)

 

Prevalensi Kasus

Menurut data dari World Health Organization dan GLOBOCAN

  • Lebih dari 324.935 kasus baru melanoma terjadi setiap tahun di seluruh dunia.
  • Sekitar 57.043 kematian terjadi setiap tahunnya.
  • Australia dan Selandia Baru mencatat angka kejadian tertinggi (35–50 kasus per 100.000 orang), terutama karena paparan sinar matahari tinggi dan dominasi penduduk berkulit terang.

Prevalensi di Asia dan Indonesia

Di Asia, termasuk Indonesia, angka kejadiannya memang lebih rendah (sekitar 0,5–1,1 per 100.000 penduduk). Namun ada fakta penting yang sering tidak disadari:

  • Tipe yang lebih sering muncul adalah Acral Lentiginous Melanoma (ALM).
    Jenis ini muncul di area yang tidak terpapar matahari seperti telapak kaki, telapak tangan, dan bawah kuku.
  • Angka kematian relatif lebih tinggi karena 70–80% pasien baru memeriksakan diri saat sudah stadium lanjut (III atau IV).

Artinya, bukan karena penyakitnya lebih jinak, tetapi karena sering terlambat terdeteksi.

Faktor Risiko Kejadian

Orang dengan kulit cerah, rambut terang, banyak tahi lalat, atau riwayat keluarga melanoma memiliki risiko lebih tinggi. Paparan sinar UV berlebihan (matahari atau tanning bed) juga merupakan faktor risiko kuat.

 

Tanggapan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi

  1. Febrian Renatasari, Sp.DVE, FINSDV, Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi RSUD Bhakti Dharma Husada menyampaikan:

“Dalam praktik sehari-hari, saya sering menemukan pasien yang datang karena tahi lalat yang berubah, baik itu warnanya menjadi gelap, bentuknya tidak simetris, atau mulai terasa gatal.”

“Sebagian besar tahi lalat memang tidak berbahaya. Namun, perubahan yang cepat, warna tidak seragam, atau tepi yang kabur harus dianggap sebagai tanda peringatan. Pemeriksaan dermatologis dengan dermoskopi bisa membantu melihat pola pigmen yang tidak kasat mata, dan biopsi memastikan apakah itu kanker atau bukan.”
“Deteksi dini sangat penting. Melanoma yang ditemukan saat masih tipis di kulit memiliki peluang sembuh sangat tinggi dibanding yang sudah menyebar.”

 

Penjelasan ini menekankan pentingnya pemeriksaan rutin kulit untuk setiap orang terutama mereka yang memiliki banyak nevus atau faktor risiko lainnya. Pemeriksaan awal membantu dokter mengambil langkah lebih cepat jika ada tanda-tanda yang mencurigakan.

 

Kesimpulan yang Perlu Kamu Tahu!

  • Tahi lalat biasa adalah hal umum dan hampir selalu tidak berbahaya.
  • Melanoma adalah kanker kulit yang serius dan dapat muncul dari mole yang berubah atau bahkan pada kulit yang tampak normal.
  • Perubahan bentuk, warna, ukuran, atau muncul gejala gatal/berdarah harus diperiksa.
  • Pemeriksaan dini oleh dokter kulit sangat dianjurkan untuk deteksi dan penanganan terbaik.
  • Nevus Pigmentosa umumnya tidak memerlukan terapi, akan tetapi perlu dilakukan eksisi bila dicurigai ganas.
  • Melanoma Maligna memerlukan terapi operasi pengangkatan dini, dan juga terapi tambahan seperti imunoterapi, target terapi.Prognosis sangat bergantung pada deteksi dini

 

Sumber : dr. Febrian Renatasari, Sp.DVE, FINSDV (Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi RSUD Bhakti Dharma Husada)

Editor : Dwi Kurnia Puspitasari, S.KM (Tim PKRS RSUD BDH)

 

REFERENSI

  • AIM at Melanoma Foundation. (2026). Melanoma facts & statistics.
  • International Agency for Research on Cancer. (2020). Global cancer observatory: Cancer today. GLOBOCAN.
  • National Cancer Institute. (n.d.). Common moles, dysplastic nevi, and risk of melanoma. National Cancer Institute.
  • Pampena, R., Kyrgidis, A., Lallas, A., Moscarella, E., Argenziano, G., & Longo, C. (2017). A meta-analysis of nevus-associated melanoma: Prevalence and practical implications. Journal of the American Academy of Dermatology, 77(5), 938–945.e4. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2017.06.149
  • Skin Cancer Foundation. (2026). Skin cancer facts & statistics. The Skin Cancer Foundation.
  • Verywell Health. (2023). The ABCDE rule for identifying melanoma.

© 2025 - RSUD Bhakti Dharma Husada
Crafted with ♥️ by IT & PKRS RSUD BDH

Untuk Kegawatdaruratan       031-7404444