Di tengah padatnya antrean pasien di klinik bedah umum, ada satu penyakit yang sering muncul sebagai keluhan utama: hernia. Kondisi ini bukan hanya dialami orang tua, tapi juga bisa menyerang usia produktif bahkan anak-anak. Untuk memahami lebih jauh, kami berbincang dengan dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, salah satu dokter spesialis bedah di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya, yang lebih akrab dipanggil dr. Dina, beliau menjelaskan mengenai apa itu hernia, penyebabnya, serta bagaimana cara mencegah dan mengobatinya.

Apa Itu Hernia?

Menurut dr. Faradina, hernia adalah kondisi ketika suatu organ menonjol keluar melalui celah atau bagian tubuh yang lemah. Tonjolan ini paling sering terlihat di area perut atau selangkangan.

Data menunjukkan, hernia merupakan salah satu kasus terbanyak di layanan bedah umum. Di Indonesia, diperkirakan 1 dari 30 orang pernah mengalami hernia, dengan penderita pria lebih banyak dibanding wanita. Menurut World Health Organization (WHO), didapatkan data dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 penderita hernia mencapai 19.173.279 (12,7%). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak Januari 2010 hingga Februari 2011 terdapat 1.243 orang yang menderita hernia.

Apa Penyebab Hernia?

Hernia tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang membuat dinding perut melemah dan akhirnya menyebabkan hernia.
“Faktor bawaan lahir memang bisa berperan, tetapi banyak juga yang terjadi akibat kebiasaan sehari-hari,” kata dr. Faradina.

Beberapa penyebab yang umum adalah:

  1. Tekanan berlebih di dalam perut, misalnya sering mengangkat beban berat atau batuk kronis.
  2. Kelebihan berat badan, membuat otot perut mendapat tekanan tambahan.
  3. Kehamilan, perubahan pada otot dan tekanan janin dapat memicu hernia.
  4. Konstipasi atau mengejan berlebihan saat buang air besar.
  5. Faktor usia, semakin tua, otot makin lemah.

Bagaimana Gejalanya?

Gejala hernia cukup khas. Biasanya penderita merasakan benjolan yang muncul di perut atau selangkangan, terutama ketika berdiri, batuk, atau mengejan. Benjolan bisa hilang saat berbaring.
“Selain benjolan, pasien juga sering mengeluhkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau sensasi berat di perut. Pada kasus yang parah, isi usus bisa terjepit di lubang hernia, menyebabkan kondisi gawat darurat yang disebut strangulasi,” terang dr. Faradina.

Pengobatan Hernia

Banyak orang awam yang berharap hernia bisa sembuh dengan obat atau pijat. Namun, menurut dr. Faradina, satu-satunya terapi yang terbukti efektif adalah operasi.
“Hernia tidak bisa hilang dengan obat-obatan atau ramuan. Bahkan pijat justru bisa berbahaya jika dilakukan sembarangan. Operasi diperlukan untuk menutup celah otot yang lemah dan mengembalikan organ ke tempatnya,” jelas beliau.

Operasi hernia bisa dilakukan dengan dua teknik:

  1. Operasi terbuka (konvensional) yaitu dokter membuat sayatan untuk memperbaiki celah otot.
  2. Laparoskopi (minimal invasif) yaitu menggunakan kamera dan alat kecil, sehingga sayatan lebih kecil dan pemulihan lebih cepat.

Tindakan ini umumnya aman, dan pasien bisa pulih dalam beberapa hari hingga minggu, tergantung kondisinya.

Bisakah Hernia Dicegah?

Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana untuk menurunkan risiko hernia:

  • Hindari mengangkat beban berat secara berlebihan. Jika harus mengangkat, gunakan teknik yang benar dengan menekuk lutut, bukan membungkuk.
  • Jaga berat badan ideal agar otot perut tidak mendapat tekanan tambahan.
  • Atasi batuk kronis dan konstipasi segera. Jangan dibiarkan karena bisa memperberat hernia.
  • Olahraga teratur untuk memperkuat otot perut, tapi hindari aktivitas yang terlalu menekan dinding perut.

“Prinsipnya, kita perlu menjaga kesehatan otot perut dan menghindari tekanan berlebih. Dengan begitu, risiko hernia bisa ditekan,” tegas dr. Faradina.

Pesan untuk Masyarakat

Di akhir wawancara, dr. Faradina menekankan pentingnya tidak menunda pemeriksaan.
“Banyak pasien datang ketika hernia sudah besar atau bahkan terjepit. Padahal jika ditangani lebih awal, operasi lebih sederhana dan risiko komplikasi lebih rendah,” ujar beliau.

Hernia memang sering dianggap sepele karena awalnya hanya berupa benjolan kecil yang tidak nyeri. Namun, jika dibiarkan, bisa menyebabkan masalah serius bahkan darurat medis.

Kesimpulan

Hernia adalah salah satu penyakit bedah umum yang paling sering ditemui, dengan gejala khas berupa benjolan di perut atau selangkangan. Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan mengangkat beban berat, obesitas, hingga faktor usia. Pengobatan utama adalah operasi, sementara pencegahannya bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat.

Sebagaimana diingatkan dr. Faradina, jangan tunggu hernia membesar atau menimbulkan nyeri hebat. Segera periksa ke dokter spesialis bedah jika menemukan gejala mencurigakan. Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, hernia bisa diatasi, dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Sumber            : dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B
Penulis             : Siti Nur Faridah, S.KM

© 2025 - RSUD Bhakti Dharma Husada
Crafted with ♥️ by IT & PKRS RSUD BDH

Untuk Kegawatdaruratan       031-7404444