Setiap tanggal 29 Mei, Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para lanjut usia (lansia) yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Melalui pengalaman, keteladanan, dan pengabdian mereka, para lansia telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia yang kita nikmati saat ini.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa lansia memiliki hak untuk hidup sehat, mandiri, produktif, serta mendapatkan dukungan dan penghormatan dari lingkungan sekitarnya.
Indonesia Memasuki Era Aging Population
Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 12% atau sekitar 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2045.
Meningkatnya jumlah lansia tentu menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama. Lansia membutuhkan perhatian tidak hanya dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga dukungan sosial, mental, dan kualitas hidup agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Tema ini menekankan bahwa merawat dan menghargai lansia bukan hanya bentuk kepedulian keluarga, tetapi juga bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan bermartabat.
Tantangan Kesehatan pada Lansia
Seiring bertambahnya usia, lansia lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit tidak menular seperti:
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Diabetes melitus
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gangguan sendi dan osteoporosis
- Penyakit ginjal kronis
- Penurunan daya ingat dan demensia
Selain masalah fisik, lansia juga dapat mengalami kesepian, stres, hingga penurunan kesehatan mental apabila kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Karena itu, menjaga kesehatan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi medis maupun sosial.
Menurut dr. Hari Setyo Wahyu C,Sp.PD, menjaga kesehatan lansia harus dilakukan secara menyeluruh.
“Banyak penyakit pada lansia berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan komplikasi dapat dicegah.”
Kunci Lansia Sehat, Aktif, dan Produktif
Menjadi lansia bukan berarti berhenti beraktivitas. Dengan pola hidup sehat dan dukungan yang tepat, lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan bermakna.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia antara lain:
- Rutin Memeriksakan Kesehatan
Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, jantung dan kesehatan organ lainnya secara berkala dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini.
- Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Lansia memerlukan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup untuk menjaga kekuatan otot, daya tahan tubuh, serta kesehatan tulang.
- Tetap Aktif Bergerak
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, senam lansia, bersepeda santai, atau peregangan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan jantung.
- Menjaga Kesehatan Mental
Melakukan hobi, mengikuti kegiatan sosial, beribadah, dan menjaga komunikasi dengan keluarga dapat membantu mencegah kesepian serta meningkatkan kualitas hidup.
- Patuh Mengonsumsi Obat
Bagi lansia yang memiliki penyakit kronis, kepatuhan terhadap pengobatan dan kontrol rutin menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi kesehatan tetap stabil.
- Mendapatkan Dukungan Keluarga
Keluarga memiliki peran besar dalam membantu lansia menjalani hidup yang sehat, aman, dan bahagia.
Peran Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia
Bagi sebagian lansia, perhatian dan kebersamaan sering kali sama berharganya dengan pengobatan. Meluangkan waktu untuk berbincang, mendengarkan cerita, menemani kontrol kesehatan, atau sekadar menanyakan kabar dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental mereka sehingga mereka tetap bahagia di usia senja.
- Hari Setyo Wahyu C,Sp.PD, juga mengingatkan bahwa kesehatan lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi medis.
“Kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk dukungan keluarga, lingkungan sosial, aktivitas sehari-hari, dan kondisi psikologis. Lansia yang merasa dihargai dan tetap memiliki peran dalam keluarga cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik dibandingkan mereka yang merasa terisolasi.”
Menghargai Lansia Dimulai dari Hal Sederhana
Hari Lanjut Usia Nasional mengajak kita untuk melihat lansia bukan sebagai kelompok yang lemah atau menjadi beban, melainkan sebagai sumber pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang berharga.
Menghormati lansia dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti memberikan perhatian, mendengarkan pendapat mereka, membantu aktivitas sehari-hari, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah lansia.
Dengan merawat dan menghargai para lansia, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup mereka, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih peduli, sehat, dan bermartabat.
Karena menghargai lansia sejatinya adalah menghargai perjalanan hidup, pengalaman, dan warisan nilai yang mereka tinggalkan untuk generasi penerus bangsa.
Sumber : dr.Hari Setyo Wahyu C,Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bhakti Dharma Husada)
Editor : Dwi Kurnia Puspitasari, S.KM (Tim PKRS RSUD BDH)
Referensi
- Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik penduduk lanjut usia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan lanjut usia di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2023). World population ageing 2023 highlights. New York, NY: United Nations.
- World Health Organization. (2022). Decade of healthy ageing: Baseline report. Geneva: World Health Organization.
- World Health Organization. (2024). Ageing and health. Geneva: World Health Organization.
- World Health Organization. (2024). Integrated care for older people (ICOPE): Guidance for person-centred assessment and pathways in primary care. Geneva: World Health Organization.